About Us

Cara Tepat Menjawab Pertanyaan ‘Kapan Nikah?

Kapan kamu nikah? Sebuah pertanyaan sederhana namun begitu menyesakkan dada jika memang saat ini kamu sebenarnya sudah sangat ingin melakukannya akan tetapi belum juga ditakdirkan memiliki seorang jodoh. Jika kamu tidak siap ketika mendapatkan pertanyaan itu, maka tentunya kamu akan salah tingkah dan bingung harus menjawab apa.


Tenang saja, tidak perlu sebal apalagi sampai phobia dengan pertanyaan ‘kapan nikah’ ini.

Ada beberapa tips menjawab pertanyaan tersebut supaya tidak terlihat seperti orang yang gelagapan

saat menerima pertanyan yang bersifat kepo ini :


1. Tersenyum

Ibarat kata yang mengungkapkan jika senyuman mengandung arti seribu bahasa adalah hal yang tidaklah keliru. Dengan tersenyum ketika mendapatkan pertanyaan ‘kapan nikah’ justru hal itu akan membuat mereka balik merasa penasaran.

Jodoh adalah misteri dimana setiap orang tidak bisa meramalnya. Dengan mengungkapkan sebuah senyuman berarti anda telah menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur.


2. Minta Do’anya Ya

Jawaban ini santai namun elegan. Seperti kita ketahui jodoh adalah urusan Tuhan, jadi sangat sulit bagi kita menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini. Menjawab dengan kata ‘minta do’anya ya’ adalah hal yang akan membuat mereka orang-orang yang penasaran dengan kita menjadi paham bahwa diri kita tidak ingin mendahului ketentuan yang diatas.


3. Nunggu Siap Punya Momongan

Alternatif jawaban lain untuk pertanyaan kapan nanti kita akan menikah adalah dengan mengatakan nunggu kalau sudah siap memiliki momongan juga merupakan jawaban bijak yang logis.

Lebih lagi kalau yang memberi pertanyaan adalah mereka orang yang belum juga diberi momongan. Kamu juga boleh deh nanya balik mereka, misalnya: “Tante kapan punya momongan?”, nah lho giliran dia dong yang gelagapan.


4. Nggak lama lagi

Pertanyaan kapan nikah seolah sebuah desakan yang ditujukan kepada kita. Jika yang memberi pertanyaan adalah anggota keluarga, hal itu sah-sah saja, namun jika orang lain, hal semacam ini merupakan tindakan yang sedikit tidak sopan.

Kalau udah kayak gitu, kamu juga boleh kok jawab sekenanya saja, misalnya : “Nggak lama lagi aku nyusul”.


Itulah beberapa jawaban untuk menanggapi pertanyaan, “kapan kamu akan menikah?”. Memang pertanyaan ini akan membuat kita semakin galau saja, pasalnya bahkan tanpa ada yang bertanya, kadang kita sendiri sudah mikir,  “Kapan ya aku bisa nikah?”.


Tetap semangat!

Share:

Awas Jadi Budak Facebook!

 

Siapa yang tak punya akun jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter? saat ini, hampir semua orang memilikinya. Mulai anak­anak, remaja hingga orangtua tergila­gila pada jejaring sosial ini.

Terlebih mereka yang memang gaul, banyak teman, suka ngobrol dan sedikit narsis. Tiap menit, hampir selalu update status. Mengabarkan apa saja kegiatan atau isi hatinya kepada dunia. Seolah jemari tak bisa lepas dari telepon seluler,


Piranti yang dengan mudah dan murah membuat diri kecanduan. Atau, di sela­sela jam kantor saat sedang berinternetan. Kadang juga pakai laptop yang bisa dijinjing ke manapun kaki melangkah.

Ya, kalau tidak direm, kebiasaan Facebookan setiap saat, atau sekadar baca­baca kabar teman­teman di dunia maya, akan menjadi candu. Ibaratnya tiada hari tanpa fesbukan. Itulah gaya hidup masyarakat saat ini.


Masyarakat yang sudah jadi budak teknologi. Termasuk kaum perempuan alias ibu­ibu, tak sedikit yang getol fesbukan di tengah kesibukannya. Bahkan, bisa jadi lebih sibuk mengelola statusnya dibanding mengurus rumahnya. Ya, bagaimana ia bisa intensif bercengkerama dengan anaknya jika lebih asyik dengan HP­nya. Nah, ini yang patut dicermati.


Terlebih, tak sedikit mudharat FB­-an selain menyita waktu, seperti membuka aib pribadi, membicarakan masalah intim, ajang bergosip, perselingkuhan, dll. Lantas bagaimana agar kita tidak jadi budak fesbuk?


1. Batasi Waktu. 

Kalau sudah tak bisa lepa dari FB, silakan saja asal terkendali. Kalau memang harus FB­an setiap hari, sebaiknya dibatasi waktu. Misal sejam sehari bila memang banyak kepentingan, 30 menit atau mungkin cukup 15 menit.


2. Tetap Produktif 

Usahakan FB­an tanpa mengurangi waktu produktif, baik di rumah maupun di kantor. Bagi ibu rumah tangga, jangan FB­an saat anak butuh perhatian atau pekerjaan rumah belum kelar. Bisa saja, misalnya, saat anak tidur siang, atau sembari menunggu anak di sekolah. Demikian bagi pekerja, jangan FB­an pada jam kantor, melainkan di luar itu. Misal saat jam istirahat atau di kendaraan saat akan berangkat atau pulang menuju rumah.


3. Selektif bikin status

Media Utama Kalau bahasa lisan, lidah sering khilaf kata. Demikian pula dengan jemari kita ketika mengetikkan sesuatu. Karena itu, sebelum update status atau mengomentari status orang, pikir masak­masak. Tulislah hal­hal yang positif, inspiratif dan bermanfaat bagi orang banyak. Jangan mengumbar rahasia pribadi, membicarakan orang lain atau bercanda berlebihan yang tiada manfaatnya.

Juga, bukan tempatnya untuk curhat soal pekerjaan kantor, konflik rumah tangga dan rahasia organisasi, karena bisa jadi membawa efek buruk.


4. Manfaatkan untuk dakwah atau bisnis 

Jejaring sosial sebagai ajang komunikasi memang efektif, karena menjangkau audiens dalam jumlah banyak dalam waktu relatif cepat. Ini bisa dimanfaatkan untuk uslub dakwah. Baik dengan membuat tulisan sendiri, mengambil tulisan pihak lain, atau mengomentari tulisan orang. Juga, untuk promosi bisnis.

Kenapa tidak? Kini banyak orang bisnis online dan laris manis karena jangkauan marketingnya makin luas. Bagi yang telaten, ini bisa jadi alternatif sumber penghasilan.


5. Komitmen.

Dari semua tips tadi, yang harus ditanamkan adalah komitmen pada diri sendiri untuk menepatinya. Harus ada tekad kuat untuk memanfaatkan jejaring sosial hanya untuk kemaslahatan.


Sumber mediaumat

Share:

Kreatifitas

Assalamualaikum,  jumpa lagi dengan cisitu blog. Artikel yang akan saya tulis seputar kreatifitas dalam menulis.

Di kutip dari group WA,  ada penulis yang kreatif sangat,  yu langsung kita baca. 

TIKET PERJALANAN MANUSIA

IDENTITAS PENUMPANG

Nama             : Manusia
Tempat Asal  : Tanah
Alamat           : Planet Bumi

KETERANGAN PERJALANAN

Terminal Keberangkatan : Dunia

Transit  : Alam Kubur

Terminal Kedatangan : Padang Mahsyar

Tujuan Akhir : Syurga atau Neraka

Jam Keberangkatan : Surprise atau Menunggu izra'il Menjemput

Check In :

Akan Dilakukan Oleh Malaikat Maut.

BARANG BAWAAN YANG DIIJINKAN

1. Kain Kafan
2. Iman
3. Amal Sholih

BARANG BAWAAN YANG TIDAK DIIJINKAN

1. Istri atau Suami Berikut Anak

2. Harta Benda

3. Jabatan

BARANG YANG BOLEH DATANG MENYUSUL

1. Shodaqoh atau Jariyyah
2. Ilmu Yang Bermanfaat
3. Do'a Anak Sholeh

PERHATIAN‼️
Kami sarankan kepada Para Penumpang

1. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu membaca, mempelajari, dan mengamalkan buku petunjuk kehidupan yang sudah tercantum dalam al-Quranul Karim.

2. Sebelum keberangkatan diharapkan untuk selalu mengamalkan standard operating procedure (SOP) seperti yang ditunjukan oleh Rosullullah SAW.

3. Kami sarankan untuk selalu waspada dan Hati-hati dengan calo syaithan yang selalu menawarkan tiket *ke neraka jahanam*.

CATATAN PENTING

Kepada para penumpang, Sebelum Keberangkatan,
Kami Ingatkan untuk :

Selalu Memeriksa kembali barang bawaan yang akan anda titipkan : 

1: Tolong cek dulu Istri/Suaminya jangan sampai mereka tidak pernah di arahkan ke jalan Allah dan Rasulnya, 

2- Cek dulu anak-anaknya jangan sampai mereka tidak pernah di ajarkan pendidikan-pendidikan agama, 

3- Cek dulu hartanya jangan sampai ada yang belum pernah di zakatkan, 

3- Cek dulu jabatannya jangan sampai di jadikan fasilitas untuk menindas rakyat-rakyat yg lemah, dan tentunya kami anjurkan bagi para penumpang untuk selalu berdo'a terlebih dahulu supaya selamat sampai tujuan.

 DO'A YANG KAMI ANJURKAN

Ya Allah Ya Robbi.. 
Selamatkanlah kami semuanya, ibu & bapak, suami / istri, anak_anak, saudara, dan sahabat sahabat kami dalam perjalanan panjang ini, 

Tunjukkan kepada kami petunjuk yang benar saat tiba di terminal keberangkatan kami (dunia ini), dan istirahatkanlah kami saat tiba di stasiun alam kubur, 

Berikanlah kami kemudahan saat sampai di terminal akhir padang mahsyar nanti,

Semoga bermanfaat. 
Share:

Jika kematian datang, siapa yang lebih dahulu ?

Jika istrimu meninggal lebih dulu.

Kau telusuri akun sosial media istrimu, Kau baca keluh kesah atau cerita keseharian yang ia tulis disana Sambil membayangkan yang hari itu ia alami, Kau pikirkan status-status sindiran darinya Tanpa bisa bertanya lagi itu  itujukan untukmu atau orang lain.

Kau buka aplikasi belanja miliknya, Melihat rentetan barang yang memenuhi keranjangnya Berharap kau diberi kesempatan lagi untuk bisa membelikan barang impiannya.

Kau akan termenung sendirian Tak ada lagi ocehan rutin dari mulutnya Tak ada lagi makanan dengan rasa yang sama sesuai racikan tangan miliknya Air mata jatuh dipelupuk matamu Kau kehilangan separuh jiwamu Kehilangan sebagian dari hidupmu.

Berpikir : Andai tahu akan sesingkat ini Mati-matian bahagiakan dirinya Sebelum ia dijemput sang Ilahi


Jika Suamimu meninggal lebih dulu.

Kau pandangi galeri foto di telepon selulermu Mungkin tak banyak foto dirinya disana Karena di tiap tempat dan waktu. Dialah fotografernya.

Kau lihat handuk miliknya Takkan lagi ada yang meminta ambilkan handuk setiap kali ia mandi Takkan lagi ada keluhmu tentang handuk basah yang tak tepat tempat.

Kau pandangi wajah anak-anakmu Ada bagian wajah ayahnya yang melekat disana Entah itu tatapan matanya atau gelak tawanya. Terkadang kebiasaannya pun menurun pada buah hatinya.

Semoga bermanfaat.

Share:

Hamil itu bukan perlombaan

Hamil itu bukan ajang pembuktian siapa yang paling subur atau siapa yang paling jantan? Hamil itu bukan berarti kamu sudah menjadi manusia hebat #membuat manusia baru. Jangan karena kehamilan kemudian takabur, lalu meremehkan yang belum juga hamil.

Dia tuh lambat lah buktinya belum hamil² juga, padahal sudah lama nikah'nya loh, apa kurang beramal kali tuh?Yang baru nikah aja udah hamil tuh? Mungkin dia banyak dosa'nya kali yah, makanya belum hamil² juga! Dan masih banyak lagi kata-kata yang memerihkan, menusuk, menyakitkan hati, tentunya banyak manusia yang seperti ini disekitar kita.

#Astaghfirullah Asal muasal'nya tercipta'nya manusia itu dari Allah, bukan dari manusia…

Manusia itu hanya perantara, ketika Allah sudah ridho menitipkan hambaNya dan umat Rasulullah didalam rahim seorang manusia, maka "Kun Fayakun" jadi maka jadilah. Kalau Allah berkehendak mudah saja bagi Allah, tapi kalau belum, yakini saja bahwa Allah selalu punya rencana terindah untuk setiap HambaNya, jauh lebih indah dari omongan manusia yang tidak pernah ada habis'nya.

#Hargai sesama manusia… Apalagi kita bagi sesama wanita, jangan hanya mulut dan lisan digunakan untuk menyakiti, membandingkan-bandingkan orang, Kita berbeda, kita tak sama. Bahkan buah yang satu pohon'pun saja tak selalu sama matang'nya.

Jangan sekali-kali meremehkan mereka yang belum hamil, karna kalian tidak tahu seberapa kuat perjuangan ikhtiar dan doa'nya, dalam luka yang mereka rasakan, sudah berapa kali bagi yang keguguran, sehingga harus lebih sabar lagi menunggu kehadiran sang buah hati.

Jadi tolong jangan ada lagi perkataan yang menyakiti hati, dan hinaan yang mematahkan semangat bagi mereka yang sedang berusaha dan berjuang, berilah support dan semangat, gantilah itu semua'nya dengan doa yang terbaik, untuk pasangan pejuang garis dua.

Semoga bermanfaat.

Share:

Recent

Popular Posts

Label

Adi Albukhori (9) Cisitu (14) Foto (8) Google (1) informasi (130) islam (45) Kematian (8) Kenaikan Kelas (8) Kesehatan (42) Peta (1) Saham (9) Sejarah (4) Situ Zen (21) TTS asli (10)

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Butuh bantuan kami untuk upload atau menyesuaikan templat blogger ini? Hubungi saya dengan detail tentang kustomisasi tema yang Anda butuhkan.