About Us

Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Al-Bukhori

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillahirrahmanirrahim Ikhwatu Iman, Rahimahkumullah Santanan Al-Bukhari ini yang berada ataupun berdiri disini di Kecamatan Caringin,

Kabupaten Sukabuni Ini sebuah lembaga
kaderisasi da'i yang didirikan atas dasar keprihatinan dengan melihat kondisi umat yang seperti sekarang ini.

Kemudian Adi Al-Bukhari ini ataupun Santanan Al-Bukhari ini didirikan dengan tujuan untuk kaderisasi da'i ilallah yang nanti bisa memberikan solusi untuk umat baik dari sisi agama ataupun dari sisi ekonomi, sehingga kami punya program untuk socio-entrepreneurshipnya sebagai tambahan dari pembelajaran di Santanan Adi Al-Bukhari ini, didirikan bekerjasama dengan Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia yang ada di Jakarta, karena Dewan Da'wah ini mempunyai program akademi da'wah yang disebarkan di setiap provinsi yang ada di Indonesia.

Nah untuk Jawa Barat ini kebetulan ada dua adi, yang satu adi yang ada di Jawa Barat ataupun di Cimahi, yang kedua adi yang ada di Santanan Al-Bukhari.

Nah ini kenapa kita kerjasama ? karena mempunyai visi dan misi yang sama yaitu mencetak kader-kader da'i ilallah yang nanti akan disebarkan ke setiap plosok-plosok da'wah yang ada di Sukabumi dan di Indonesia secara umumnya.

Pembiayaan ataupun biaya pendidikan yang ada di adi ini tidak ada biaya, semuanya gratis baik dari visi biaya pendidikan ataupun biaya untuk makan ataupun biaya-biaya yang lainnya semuanya digratiskan.

Nah terutama untuk kitab-kitab Moroji sudah kami sediakan di Perpustakaan yang ada di Santanan Al-Bukhari ini.

Untuk para santri ini dikenakan biaya untuk lauk-lauk saja, hanya 100 ribu per bulan untuk setiap santri dan ini sebagai tambahan saja karena untuk beras dan segala macamnya sudah dipersiapkan oleh pesantren.

Adapun visi dan misi pesantren Adi Al-Bukhari menjadi pusat kadarisasi da'i terkemuka di Indonesia mengembangkan da'wah Islam menuju terwujudnya tatanan kehidupan masyarakat yang islami, menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berlandaskan Qur'an dan sunnah sesuai dengan pemahaman ahlu sunnah wal jamaah,

program yang dijalankan pesantren Adi Al-Bukhari :

1. Kafilah da'wah yaitu mengirimkan santri-santri untuk menjadi pengajar di pelosok-pelosok sebagai guru agama

2. Program integrasi yaitu dimana santri-santri yang belajar selama 2 tahun di pesantren Adi Al-Bukhari tahun pertama itu dianggap sebagai persiapan sehingga ketika tahun kedua dianggap masuk semester 1 dan 2.

Apabila dia melanjutkan ke sekolah tinggi ilmu da'wah Muhammad Nasir dan ketika masuk ke kampus sekolah tinggi ilmu da'wah Muhammad Nasir maka itu dianggap masuk semester ketiga, fasilitas yang disediakan pesantren Adi Al-Bukhari adalah Kelas, kemudian Asrama yang cukup memadai, Perpusakaan, Masjid dan juga sarana olahraga, Kompetensi kelulusan.

Kemudian santri Adi Al-Bukhari yang pertama adalah mudkin hafalan 10 juz Al-Quran, hafal hadis Arbangin, hafal dan juga paham 42 ko'idah fikhiyah, kemudian mampu menguasai dasar-dasar ilmu kitab kuning dan juga mampu berbicara bahasa Arab secara dasar, ada pun mata pelajaran yang dipelajari di Makhat Akademi Da'wah Indonesia Al-Bukhari diantaranya adalah ilmu tawhid, usul fikih, mustalahul hadist, ulumut tafsir, ilmu nahu dan ilmu sorof dan ilmu Quran diantaranya ada tahfiz dan tahsin serta dan lain-lain, ada pun program secara khusus di Makhat Akademi Da'wah Indonesia Al-Bukhari ini adalah kami berkonsentrasi untuk mencetak para mahasantri ini untuk bisa menjadi dai atau dituntut untuk bisa berbicara secara baik dihadapan publik atau dihadapan halayak, maka program yang kami lakukan di Makhat Akademi Da'wah Indonesia Al-Bukhari ini diantaranya adalah muhadara halakah asrama, terus kemudian ada kultum subuh dan presentasi ketika pelajaran di kelas ada pun kegiatan mahasantri di Akademi Da'wah Indonesia Al-Bukhari ini sehari-harinya yaitu ba'da subuh mereka ta'fis di masjid sampai jam 6 kemudian masuk lagi jam 8 sampai jam 12, disitu ada tiga mata pelajaran yang mereka pelajari dari pagi sampai duhur, setelah duhur sampai asar mereka istiraha.

Setelah asar ada banyak kegiatan, diantaranya adalah kerja bakti, olahraga. berkebun, bimbingan tahsin secara khusus.

Kemudian ada pun syarat masuk khusus di pesantren Akademi Da'wah Indonesia Al-Bukhari ini yaitu :

1. Adalah khusus ikhwan laki-laki maksimal berusia 22 tahun, kemudian

2. Tidak merokok dan berakhlakul karimah, kemudian

3. Siap mendatangi kontrak belajar selama kurang lebih 2 tahun, kemudian

4. Adalah minimal dia bisa dan pandai dalam membaca Al-Quran,


Ada pun tata tertib atau peraturan di Makhat Akademi Da'wah Indonesia Al-Bukhari ini, yaitu :

1. Adalah dilarang merokok, maka jika ada mahasantri yang kedapatan merokok baik langsung atau tidak langsung maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri dari makhat ini, kemudian

2. HP itu wajib dititip di bagian keasramaan dan hanya boleh digunakan di waktu libur yaitu hari Sabtu dan hari Minggu.

Demikian Profil dan Tata tertib di ADI Al-Bukhari sukabumi.

Assalamualaikum.

Akademi dakwah indonesia (ADI) merupakan segala bentuk aktivitas penyampaian ajaran Islam kepada orang lain dengan berbagai cara bijaksana agar memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam semua lapangan kehidupan.

Berbagai cara bijaksana itu mestilah dilaksanakan dengan seperangkat ilmu yang dikenal sebagai ilmu dakwah.

Tujuan utama-nya adalah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat yang diridhai oleh Allah SWT. Yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang diridhai Allah SWT sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing.

Setiap dakwah hendaknya bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan.

Berbicara tentang dakwah, di kampung cisitu sudah ada Akademi Dakwah Indonesia (ADI Albukhari) Sukabumi, sampai tanggal 7 agustus 2022 telah mewisuda sebanyak 14 orang untuk agkatan ke VII, untuk informasi lengkapnya kunjungi account facebook Adi Al Bukhari atau klik adialbukhari.

Salam dakwah.

Share:

Cisitu berduka

Assalamualaikum,salam sehat selalu semoga Allah memberikan kesehatan dan rizki kepada kita. 

انالله وانااليه راجعون 
Telah dipanggil Allah salah satu warga kampung cisitu Bpk. Acih bin sobari meninggal pada hari jumat tanggal 9 september 2022 (13 safar 1444 H) pada jam 04:00 wib (sebelum subuh).

Duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga almarhum meninggal dunia dalam keadaan khusnul khotimah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 57)

Semua yang hidup di dunia ini bukan saja manusia tidak akan lepas dari kematian, akan tetapi kematian itu merupakan hal yang misteri karena sebagai manusia tidak ada yang mengetahui kapan datangnya kematian itu.

Rasullullah dalam hadistnya mengatakan : Beribadahlah seolah-olah kamu akan mati besok dan bekerjalah kamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya.
Share:

Suami dilaknat Allah bila melakukan ini

Ada beberapa hal yang bisa membuat seorang suami dianggap berbuat durhaka pada istri dan akan mendapat ganjarannya, beberapa di antaranya sebagai berikut :

 

1. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga

Dari Abu Bakrah, ia berkata :”Rasulullah saw.bersabda : tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita. (HR.Ahmad n0.19612 CD,Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i) 

Saat ini banyak suami yang malas bekerja dan menyandarkan kebutuhan hidupnya pada sang istri sehingga secara tak langsung menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga. Suami seperti ini tentu saja telah berbuat durhaka karena tak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan istrinya dengan keharusan menafkahi dirinya. Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah.


2. Tidak Memberi Uang Belanja/Nafkah

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : ”Rasulullah bersabda : seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya. (HR.Abu Dawud no.1442 CD,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)

Terhadap suami yang seperti ini, istri boleh mengambil diam-diam harta suami untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan anaknya.

Dari Asy ah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata : Wahai Rasulullah, sesungguhny aAbu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. ”beliau besabda : ’Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar. (HR.Bukhari no.4945 CD, Muslim, Nasa’i, Abu dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi)


3. Tidak Melunaskan Mahar Pernikahan

Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata : saya mendengar nabi saw. (bersabda) : siapa saja laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelak pada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’(HR.Thabarani, Al -Mu;j amul, Ausath II/237/1851 CD)


4. Mengabaikan Kebutuhan Se**ual Istri

Suami yang berhubungan intim hanya untuk memuaskan kebutuhannya saja dan tidak peduli pada istrinya, sesungguhnya juga telah berbuat kesalahan.

Dari anas ra, Nabi saw bersabda : ”jika seseorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut kemaluannya) sampai istrinya menemukan kepuasan. ”(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami’ Kabir II/19/1233)

Rasullullah saw bersabda : ”Janganlah sekali-kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya. ada yang bertanya apakah pendahuluan itu? Beliau bersabda : ”Ciuman dan ucapan (romantis). (HR Abu Syaikh)


5. Berhubungan Intim Ketika Istri Haid Atau Melalui Dubur

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : ”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw., ia bertanya : ’Ya Rosullullah, saya telah binasa. Beliau bertanya : apa yang menyebabkan kamu binasa? Ia menjawab : ’semalam saya telah membalik posisi istriku. akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun, lalu turun kepada Rosulullah saw ayat. ’istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki. (selanjutnya Beliau bersabda : ’Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh. ( HR Tarmidzi no.2906)


6. Menuduh Istri Berzina

Dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar (dalam tuduhannya) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta. (QS.An-Nuur (24):6-7)


7. Memukul dan Menjelek-jelekkan Istri Dihadapan Orang lain

Dari mu’awiy ah Al-Qusrayiri, ia berkata : saya pernah datang kepada Rosulullah saw. Ia berkata lagi : saya lalu bertanya : Ya Rosulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? Beliau bersabda : janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka. (HR Abu Dawud no 1832)

Sumber ummi-online, semoga bermanfaat.

Share:

Cara Tepat Menjawab Pertanyaan ‘Kapan Nikah?

Kapan kamu nikah? Sebuah pertanyaan sederhana namun begitu menyesakkan dada jika memang saat ini kamu sebenarnya sudah sangat ingin melakukannya akan tetapi belum juga ditakdirkan memiliki seorang jodoh. Jika kamu tidak siap ketika mendapatkan pertanyaan itu, maka tentunya kamu akan salah tingkah dan bingung harus menjawab apa.


Tenang saja, tidak perlu sebal apalagi sampai phobia dengan pertanyaan ‘kapan nikah’ ini.

Ada beberapa tips menjawab pertanyaan tersebut supaya tidak terlihat seperti orang yang gelagapan

saat menerima pertanyan yang bersifat kepo ini :


1. Tersenyum

Ibarat kata yang mengungkapkan jika senyuman mengandung arti seribu bahasa adalah hal yang tidaklah keliru. Dengan tersenyum ketika mendapatkan pertanyaan ‘kapan nikah’ justru hal itu akan membuat mereka balik merasa penasaran.

Jodoh adalah misteri dimana setiap orang tidak bisa meramalnya. Dengan mengungkapkan sebuah senyuman berarti anda telah menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur.


2. Minta Do’anya Ya

Jawaban ini santai namun elegan. Seperti kita ketahui jodoh adalah urusan Tuhan, jadi sangat sulit bagi kita menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini. Menjawab dengan kata ‘minta do’anya ya’ adalah hal yang akan membuat mereka orang-orang yang penasaran dengan kita menjadi paham bahwa diri kita tidak ingin mendahului ketentuan yang diatas.


3. Nunggu Siap Punya Momongan

Alternatif jawaban lain untuk pertanyaan kapan nanti kita akan menikah adalah dengan mengatakan nunggu kalau sudah siap memiliki momongan juga merupakan jawaban bijak yang logis.

Lebih lagi kalau yang memberi pertanyaan adalah mereka orang yang belum juga diberi momongan. Kamu juga boleh deh nanya balik mereka, misalnya: “Tante kapan punya momongan?”, nah lho giliran dia dong yang gelagapan.


4. Nggak lama lagi

Pertanyaan kapan nikah seolah sebuah desakan yang ditujukan kepada kita. Jika yang memberi pertanyaan adalah anggota keluarga, hal itu sah-sah saja, namun jika orang lain, hal semacam ini merupakan tindakan yang sedikit tidak sopan.

Kalau udah kayak gitu, kamu juga boleh kok jawab sekenanya saja, misalnya : “Nggak lama lagi aku nyusul”.


Itulah beberapa jawaban untuk menanggapi pertanyaan, “kapan kamu akan menikah?”. Memang pertanyaan ini akan membuat kita semakin galau saja, pasalnya bahkan tanpa ada yang bertanya, kadang kita sendiri sudah mikir,  “Kapan ya aku bisa nikah?”.


Tetap semangat!

Share:

Awas Jadi Budak Facebook!

 

Siapa yang tak punya akun jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter? saat ini, hampir semua orang memilikinya. Mulai anak­anak, remaja hingga orangtua tergila­gila pada jejaring sosial ini.

Terlebih mereka yang memang gaul, banyak teman, suka ngobrol dan sedikit narsis. Tiap menit, hampir selalu update status. Mengabarkan apa saja kegiatan atau isi hatinya kepada dunia. Seolah jemari tak bisa lepas dari telepon seluler,


Piranti yang dengan mudah dan murah membuat diri kecanduan. Atau, di sela­sela jam kantor saat sedang berinternetan. Kadang juga pakai laptop yang bisa dijinjing ke manapun kaki melangkah.

Ya, kalau tidak direm, kebiasaan Facebookan setiap saat, atau sekadar baca­baca kabar teman­teman di dunia maya, akan menjadi candu. Ibaratnya tiada hari tanpa fesbukan. Itulah gaya hidup masyarakat saat ini.


Masyarakat yang sudah jadi budak teknologi. Termasuk kaum perempuan alias ibu­ibu, tak sedikit yang getol fesbukan di tengah kesibukannya. Bahkan, bisa jadi lebih sibuk mengelola statusnya dibanding mengurus rumahnya. Ya, bagaimana ia bisa intensif bercengkerama dengan anaknya jika lebih asyik dengan HP­nya. Nah, ini yang patut dicermati.


Terlebih, tak sedikit mudharat FB­-an selain menyita waktu, seperti membuka aib pribadi, membicarakan masalah intim, ajang bergosip, perselingkuhan, dll. Lantas bagaimana agar kita tidak jadi budak fesbuk?


1. Batasi Waktu. 

Kalau sudah tak bisa lepa dari FB, silakan saja asal terkendali. Kalau memang harus FB­an setiap hari, sebaiknya dibatasi waktu. Misal sejam sehari bila memang banyak kepentingan, 30 menit atau mungkin cukup 15 menit.


2. Tetap Produktif 

Usahakan FB­an tanpa mengurangi waktu produktif, baik di rumah maupun di kantor. Bagi ibu rumah tangga, jangan FB­an saat anak butuh perhatian atau pekerjaan rumah belum kelar. Bisa saja, misalnya, saat anak tidur siang, atau sembari menunggu anak di sekolah. Demikian bagi pekerja, jangan FB­an pada jam kantor, melainkan di luar itu. Misal saat jam istirahat atau di kendaraan saat akan berangkat atau pulang menuju rumah.


3. Selektif bikin status

Media Utama Kalau bahasa lisan, lidah sering khilaf kata. Demikian pula dengan jemari kita ketika mengetikkan sesuatu. Karena itu, sebelum update status atau mengomentari status orang, pikir masak­masak. Tulislah hal­hal yang positif, inspiratif dan bermanfaat bagi orang banyak. Jangan mengumbar rahasia pribadi, membicarakan orang lain atau bercanda berlebihan yang tiada manfaatnya.

Juga, bukan tempatnya untuk curhat soal pekerjaan kantor, konflik rumah tangga dan rahasia organisasi, karena bisa jadi membawa efek buruk.


4. Manfaatkan untuk dakwah atau bisnis 

Jejaring sosial sebagai ajang komunikasi memang efektif, karena menjangkau audiens dalam jumlah banyak dalam waktu relatif cepat. Ini bisa dimanfaatkan untuk uslub dakwah. Baik dengan membuat tulisan sendiri, mengambil tulisan pihak lain, atau mengomentari tulisan orang. Juga, untuk promosi bisnis.

Kenapa tidak? Kini banyak orang bisnis online dan laris manis karena jangkauan marketingnya makin luas. Bagi yang telaten, ini bisa jadi alternatif sumber penghasilan.


5. Komitmen.

Dari semua tips tadi, yang harus ditanamkan adalah komitmen pada diri sendiri untuk menepatinya. Harus ada tekad kuat untuk memanfaatkan jejaring sosial hanya untuk kemaslahatan.


Sumber mediaumat

Share:

Recent

Popular Posts

Label

Adi Albukhori (9) Cisitu (14) Foto (8) Google (1) informasi (130) islam (45) Kematian (8) Kenaikan Kelas (8) Kesehatan (42) Peta (1) Saham (9) Sejarah (4) Situ Zen (21) TTS asli (10)

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Butuh bantuan kami untuk upload atau menyesuaikan templat blogger ini? Hubungi saya dengan detail tentang kustomisasi tema yang Anda butuhkan.