-
Masjid Jami An-Nuur
Masjid An-nuur masjid kebanggaan warga cisitu
-
Warga cisitu pada zamannya
Fhoto jadul warga kampung cisitu pada masanya.
-
Masjid Annur tampak depan
Masjid Annur diambil dari depan
-
Akses jalan ke Cisitu
Jalan menuju ke kampung Cisitu
-
Jalan Cisitu Utara : Penampakan jalan dari Lemah duhur ke Cisitu dan Cidalem
Jalan menuju kampung Cisitu sudah beraspal
kampung cisitu diguyur hujan
Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Al-Bukhori
Berbagai cara bijaksana itu mestilah dilaksanakan dengan seperangkat ilmu yang dikenal sebagai ilmu dakwah.
Tujuan utama-nya adalah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat yang diridhai oleh Allah SWT. Yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang diridhai Allah SWT sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing.
Setiap dakwah hendaknya bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridai oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan.
Berbicara tentang dakwah, di kampung cisitu sudah ada Akademi Dakwah Indonesia (ADI Albukhari) Sukabumi, sampai tanggal 7 agustus 2022 telah mewisuda sebanyak 14 orang untuk agkatan ke VII, untuk informasi lengkapnya kunjungi account facebook Adi Al Bukhari atau klik adialbukhari.
Salam dakwah.
Cisitu berduka
Suami dilaknat Allah bila melakukan ini
1. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
Dari Abu Bakrah, ia berkata :”Rasulullah saw.bersabda : tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita. (HR.Ahmad n0.19612 CD,Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i)
Saat ini banyak suami yang malas bekerja dan menyandarkan kebutuhan hidupnya pada sang istri sehingga secara tak langsung menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga. Suami seperti ini tentu saja telah berbuat durhaka karena tak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan istrinya dengan keharusan menafkahi dirinya. Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah.
2. Tidak Memberi Uang Belanja/Nafkah
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : ”Rasulullah bersabda : seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya. (HR.Abu Dawud no.1442 CD,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)
Terhadap suami yang seperti ini, istri boleh mengambil diam-diam harta suami untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan anaknya.
Dari Asy ah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata : Wahai Rasulullah, sesungguhny aAbu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. ”beliau besabda : ’Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar. (HR.Bukhari no.4945 CD, Muslim, Nasa’i, Abu dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi)
3. Tidak Melunaskan Mahar Pernikahan
Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata : saya mendengar nabi saw. (bersabda) : siapa saja laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelak pada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’(HR.Thabarani, Al -Mu;j amul, Ausath II/237/1851 CD)
4. Mengabaikan Kebutuhan Se**ual Istri
Suami yang berhubungan intim hanya untuk memuaskan kebutuhannya saja dan tidak peduli pada istrinya, sesungguhnya juga telah berbuat kesalahan.
Dari anas ra, Nabi saw bersabda : ”jika seseorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut kemaluannya) sampai istrinya menemukan kepuasan. ”(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami’ Kabir II/19/1233)
Rasullullah saw bersabda : ”Janganlah sekali-kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya. ada yang bertanya apakah pendahuluan itu? Beliau bersabda : ”Ciuman dan ucapan (romantis). (HR Abu Syaikh)
5. Berhubungan Intim Ketika Istri Haid Atau Melalui Dubur
Dari Ibnu Abbas, ia berkata : ”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw., ia bertanya : ’Ya Rosullullah, saya telah binasa. Beliau bertanya : apa yang menyebabkan kamu binasa? Ia menjawab : ’semalam saya telah membalik posisi istriku. akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun, lalu turun kepada Rosulullah saw ayat. ’istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki. (selanjutnya Beliau bersabda : ’Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh. ( HR Tarmidzi no.2906)
6. Menuduh Istri Berzina
Dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar (dalam tuduhannya) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta. (QS.An-Nuur (24):6-7)
7. Memukul dan Menjelek-jelekkan Istri Dihadapan Orang lain
Dari mu’awiy ah Al-Qusrayiri, ia berkata : saya pernah datang kepada Rosulullah saw. Ia berkata lagi : saya lalu bertanya : Ya Rosulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? Beliau bersabda : janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka. (HR Abu Dawud no 1832)
Sumber ummi-online, semoga bermanfaat.
Cara Tepat Menjawab Pertanyaan ‘Kapan Nikah?
Kapan kamu nikah? Sebuah pertanyaan sederhana namun begitu menyesakkan dada jika memang saat ini kamu sebenarnya sudah sangat ingin melakukannya akan tetapi belum juga ditakdirkan memiliki seorang jodoh. Jika kamu tidak siap ketika mendapatkan pertanyaan itu, maka tentunya kamu akan salah tingkah dan bingung harus menjawab apa.
Tenang saja, tidak perlu sebal apalagi sampai phobia dengan pertanyaan ‘kapan nikah’ ini.
Ada beberapa tips menjawab pertanyaan tersebut supaya tidak terlihat seperti orang yang gelagapan
saat menerima pertanyan yang bersifat kepo ini :
1. Tersenyum
Ibarat kata yang mengungkapkan jika senyuman mengandung arti seribu bahasa adalah hal yang tidaklah keliru. Dengan tersenyum ketika mendapatkan pertanyaan ‘kapan nikah’ justru hal itu akan membuat mereka balik merasa penasaran.
Jodoh adalah misteri dimana setiap orang tidak bisa meramalnya. Dengan mengungkapkan sebuah senyuman berarti anda telah menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur.
2. Minta Do’anya Ya
Jawaban ini santai namun elegan. Seperti kita ketahui jodoh adalah urusan Tuhan, jadi sangat sulit bagi kita menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan hal ini. Menjawab dengan kata ‘minta do’anya ya’ adalah hal yang akan membuat mereka orang-orang yang penasaran dengan kita menjadi paham bahwa diri kita tidak ingin mendahului ketentuan yang diatas.
3. Nunggu Siap Punya Momongan
Alternatif jawaban lain untuk pertanyaan kapan nanti kita akan menikah adalah dengan mengatakan nunggu kalau sudah siap memiliki momongan juga merupakan jawaban bijak yang logis.
Lebih lagi kalau yang memberi pertanyaan adalah mereka orang yang belum juga diberi momongan. Kamu juga boleh deh nanya balik mereka, misalnya: “Tante kapan punya momongan?”, nah lho giliran dia dong yang gelagapan.
4. Nggak lama lagi
Pertanyaan kapan nikah seolah sebuah desakan yang ditujukan kepada kita. Jika yang memberi pertanyaan adalah anggota keluarga, hal itu sah-sah saja, namun jika orang lain, hal semacam ini merupakan tindakan yang sedikit tidak sopan.
Kalau udah kayak gitu, kamu juga boleh kok jawab sekenanya saja, misalnya : “Nggak lama lagi aku nyusul”.
Itulah beberapa jawaban untuk menanggapi pertanyaan, “kapan kamu akan menikah?”. Memang pertanyaan ini akan membuat kita semakin galau saja, pasalnya bahkan tanpa ada yang bertanya, kadang kita sendiri sudah mikir, “Kapan ya aku bisa nikah?”.
Tetap semangat!









