-
Masjid Jami An-Nuur
Masjid An-nuur masjid kebanggaan warga cisitu
-
Warga cisitu pada zamannya
Fhoto jadul warga kampung cisitu pada masanya.
-
Masjid Annur tampak depan
Masjid Annur diambil dari depan
-
Akses jalan ke Cisitu
Jalan menuju ke kampung Cisitu
-
Jalan Cisitu Utara : Penampakan jalan dari Lemah duhur ke Cisitu dan Cidalem
Jalan menuju kampung Cisitu sudah beraspal
Rating kecepatan setiap ban
Negara-negara dengan waktu siang terlama
Informasi-blog cisitu, umumnya, di bumi ada yang namanya pergantian siang dan malam. Dalam kondisi normal seharusnya matahari muncul selama kurang lebih 12 jam, serta terbenam kurang lebih 12 jam. Peristiwa tersebut tidak lain karena adanya rotasi bumi.
Kegiatan tahunan ADI ALBUKHARI
Hakikat Ijab Kabul
Informasi-blog cisitu, Inilah Hakikat Ijab Kabul seorang laki laki Saat menikah.
Saya terima nikahnya . . . . Binti . . . . Dengan Mas kawin . . . . Di bayar tunai ! Singkat, padat dan jelas.
Tapi dibalik ucapan itu, tahukah makna yg tersirat di dalam ucapan ikrar tersebut?
Hakikat makna dari ucapan tersebut adalah :
"Maka mulai detik ini saya tanggung dosa dosa istri saya, dari ayah dan ibunya,
dosa apapun yang dia lakukan, mulai dari ia tidak menutup aurat, meninggalkan sholat, dan seluruh dosa yang lain nya, dan kini bukan lagi kedua orang tuanya, melainkan saya yang menenggung nya, serta akan saya tanggung dosa-dosa dari calon anak anak saya kelak.
Dan saya sadar, jika kelak saya mengabaikan janji ini ataupun gagal dalam menjalankan janji ini, maka saya termasuk orang fasik, dan saya tau serta sadar, bahwa NERAKALAH tempat yang pantas bagi saya, karna pada ahirnya Istri dan anak anak sayalah yang akan menarik saya kepada neraka jahannam, apabila saya berlepas dalam tanggung jawab dan ingkar terhadap janji pasti malaikat akan melibas saya hingga saya hancur.
Saya sangat menyadari bahwa Akad nikah ini bukan saja sekedar perjanjian saya dengan Istri, kedua orang tuanya, dan para saksi ataupun wali nikah, melainkan perjanjian ini Adalah perjanjian Saya dan Allah yang Maha Esa untuk selamanya.
Duhai kalian para wanita yang masih gadis dan para Istri, coba kalian fahami dan hayati, betapa besar tanggung jawab suamimu terhadapmu, saat ia mengucap ijab Qobul/Ikrar tersebut, Arys Allah berguncang dengan guncangan yang sangat hebat, dan jika seandainya darah serta nanah keluar dari badan suamimu, kemudian engkau menjilatinya, maka itu semua tak akan cukup untuk membalas pengorbanan suamimu terhadapmu,
Dalam Al-Quran, Janji/Ikrar tersebut di sebut "Miitsaaqon Gholidzo", Ribuan Ayat Al-Quran, Kalimat "Miitsaqon Gholidzo" hanya terulang tiga kali, Betapa agung dan Suci, serta beratnya kalimat tersebut.
Berbakti kepada suami adalah satu satunya cara untuk membalas jasa sang suami. Saat engkau membuka auratmu secara tidak langsung engkau melemparkan Api neraka terhadap suamimu, cukup suamimu kepanasan dengan terik matahari dan mengucurkan keringat dengan deras untuk menafkahimu, jangan kamu tambah bebannya dengan melemparinya api neraka.
Dan bagi sahabat Ikhwan(Laki laki) Nikah itu tidak mudah, bukan sekedar mengatakan "Saya terima Nikahnya . . . . BINTI . . . . dengan Mas kawin .... Di bayar tunai" tidak Cukup dengan itu, dan tidak Cukup dengan Materi, Uang banyak, materi tak terhingga, tanah berhektar hektar, Rumah mewah, mas, mobil dan semua yang kita punya, tak akan mampu menolong kita dari Neraka jahannam, hanya Ilmu yang bermanfa'at serta pemahaman mendalam dan mengamalan yang istiqomah menuntun sang Istri serta Anak-anak kita yang akan mampu menyelamtkan kita dari Nerakanya Allah Yang maha Agung.
Semoga bermanfaat.
7 perkara Suami dilaknat Allah
1. Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga. Dari Abu Bakrah, ia berkata :”Rasulullah saw.bersabda : tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita. (HR.Ahmad n0.19612 CD, Bukhari,Tirmidzi, dan Nasa’i).
Saat ini banyak suami yang malas bekerja dan menyandarkan kebutuhan hidupnya pada sang istri sehingga secara tak langsung menjadikan istri sebagai pemimpin rumah tangga. Suami seperti ini tentu saja telah berbuat durhaka karena tak melaksanakan kewajibannya dan bahkan menyulitkan istrinya dengan keharusan menafkahi dirinya.
Ia akan kehilangan martabat dan harga diri di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah.
2. Tidak Memberi Uang Belanja/Nafkah, Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata : ”Rasulullah bersabda : seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya. (HR.Abu Dawud no.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani).
Terhadap suami yang seperti ini, istri boleh mengambil diam-diam harta suami untuk mencukupi kebutuhan hidup diri dan anaknya Dari Asy ah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata : Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya. ”beliau besabda : ’Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar. (HR.Bukhari no.4945 CD, Muslim, Nasa’i, Abu dawud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darimi)
3. Tidak Melunaskan Mahar Pernikahan Dari Maimun Al-Kurady, dari bapaknya, ia berkata : saya mendengar nabi saw. (bersabda) : siapa saja laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya.
Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelak pada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’(HR.Thabarani, Al -Mu;jamul, Ausath II/237/1851 CD)
4. Mengabaikan Kebutuhan Se**ual Istri Suami yang berhubungan intim hanya untuk memuaskan kebutuhannya saja dan tidak peduli pada istrinya, sesungguhnya juga telah berbuat kesalahan.
Dari anas ra, Nabi saw bersabda : ”jika seseorang di antara kalian bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru (mencabut kemaluannya) sampai istrinya menemukan kepuasan. ”(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la, Jami’ Kabir II/19/1233) Rasullullah saw bersabda : ”Janganlah sekali-kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya. ada yang bertanya apakah pendahuluan itu? Beliau bersabda : ”Ciuman dan ucapan (romantis). (HR Abu Syaikh)
5. Berhubungan Intim Ketika Istri Haid Atau Melalui Dubur Dari Ibnu Abbas, ia berkata : ”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw., ia bertanya : ’Ya Rosullullah, saya telah binasa. Beliau bertanya : apa yang menyebabkan kamu binasa? Ia menjawab : ’semalam saya telah membalik posisi istriku. akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun, lalu turun kepada Rosulullah saw ayat. ’istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki. (selanjutnya Beliau bersabda : ’Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh. ( HR Tarmidzi no.2906)
6. Menuduh Istri Berzina Dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kali dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar (dalam tuduhannya) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta. (QS.An-Nuur (24):6-7)
7. Memukul dan Menjelek-jelekkan Istri Dihadapan Orang lain Dari mu’awiy ah Al-Qusrayiri, ia berkata : saya pernah datang kepada Rosulullah saw. Ia berkata lagi : saya lalu bertanya : Ya Rosulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? Beliau bersabda : janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka. (HR Abu Dawud no 1832)
Sumber: ummi-online
Semoga bermanfaat.








