About Us

Rezeki versi Alqur'an

Assalamualaikum, Rezeki adalah segala sesuatu yang diberikan Allah untuk memelihara kehidupan, seperti makanan, nafkah, pendapatan, dan keuntungan.

Dalam Islam, rezeki adalah bentuk tanggung jawab Allah terhadap makhluk ciptaan-Nya. Rezeki dapat berupa materi, kesehatan, kebahagiaan, atau apapun yang diperlukan untuk kehidupan.

Pada artikel kali ini yang ingin saya tulis adalah seputar rezeki, dimana dalam Alqur'an disebutkan bahwa ada 8 jalan rezeki dari Allah.

1. Rezeki yang telah di jamin : Dalam Islam, Allah SWT telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk di bumi, termasuk manusia. Surat Hud ayat 6 :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).

Al-Qur'an diatas menyatakan bahwa Allah SWT telah menulis dan menentukan rezeki semua makhluk di Lauh Mahfuzh. Oleh karena itu, umat Muslim tidak perlu khawatir tentang rezeki yang mereka dapatkan dan tidak perlu merasa kekurangan atau miskin.


2. Rezeki karena usaha : Selain rezeki yang telah dijamin, ada juga rezeki yang dapat diusahakan, seperti rezeki yang didapat melalui kerja keras. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Najm ayat 39 :

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

Ayat ini menyatakan bahwa setiap rezeki yang diperoleh akan sejalan dengan usaha yang dilakukan. Oleh karena itu, manusia yang dianugerahi akal seharusnya berusaha mencari rezeki.

Selain usaha, ada amalan lain yang dapat membukakan pintu rezeki, seperti :

Bertawakal kepada Allah, Bekerja keras, Berdoa, Ibadah, Memperbanyak istighfar dan taubat, Memperbanyak sedekah, Mendirikan salat duha, Berbakti kepada orang tua, Menjalin silaturahmi, Memperbanyak bersyukur.

3. Rezeki karena bersyukur : Manfaat bersyukur membuat kita semakin dekat dengan Allah. Ini karena mereka sadar kalau semua yang mereka dapatkan asalnya dari Tuhan. Untuk mengungkapkan rasa syukurnya, mereka bukan hanya menggunakan mulut, tetapi juga dengan cara meningkatkan ibadahnya. Selain rezeki yang diusahakan, ada juga rezeki yang dapat diundang dengan bersyukur, istighfar, sedekah, dan bertakwa:

Al-Qur'an surah Ibrahim ayat 7 :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Allah SWT akan menambah nikmat kepada orang yang bersyukur.

Istighfar : Sering membaca istighfar dan bertaubat atas kesalahan yang telah dilakukan dapat mendatangkan rezeki.

Sedekah : Memberikan sedekah tidak perlu melimpah, tetapi ikhlas dan istiqomah dalam bersedekah menjadi hal yang penting.

Bertakwa : Orang yang bertakwa kepada Allah SWT secara sederhana akan dikaruniai rezeki yang tak disangka-sangka atau yang tak terduga-duga datangnya.

4. Rezeki tak terduka : Rezeki yang tidak terduga dapat datang dari Allah SWT dalam bentuk yang berbeda-beda, seperti harta benda, kesehatan, atau bahkan rambut yang beruban. Surat At-Talaq ayat 2-3 :

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.


وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertakwa kepada-Nya.

5. Rezeki karena istighfar : Hadis-hadis menyatakan bahwa orang yang rutin membaca istighfar akan mendapat rezeki dari Allah SWT:

1. "Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melapangkan kesusahannya, mengeluarkannya dari kesempitan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka" (Hadis Riwayat Muslim)

2. "Barangsiapa selalu beristighfar, niscaya Allah mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan dan memberikan dia rezeki dari arah yang tidak diduganya" (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Istighfar juga dipercaya dapat mendatangkan kedamaian bagi kaum muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Selain itu, istighfar juga dapat menambah pahala bagi pelakunya, karena istighfar merupakan bentuk taubat kepada Allah SWT. Ketika seseorang bertaubat, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya dan memberikan pahala kepadanya. Alqur'an surat NUH ayat 10-11.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,


يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

6. Rezeki karena menikah : Seseorang yang telah menikah dijanjikan Allah akan dijamin rezekinya. Apalagi bila ia rajin menafkahi anak dan istrinya. Pernikahan merupakan gerbang ibadah dimana setiap hal yang sebelumnya tidak bernilai ibadah bisa menjadi bernilai ibadah, termasuk dalam hal mencari nafkah untuk keluarga. Alqur'an surat AN-NUR ayat 2 :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

7. Rezeki karena anak : Menurut Quraish Shihab dalam tafsirnya Al Misbah, salah satu keburukan masyarakat Jahiliyah adalah membunuh anak-anak perempuan antara lain karena faktor kemiskinan. Kemudian, setelah menjelaskan bahwa Allah menganugerahkan kepada semua hamba-Nya rezeki sesuai kebutuhan masing-masing, maka ayat ini melarang pembunuhan itu, dengan menyatakan “Jangan khawatirkan tentang rezeki mereka dan rezeki kamu. Bukan kamu sumber rezeki, tetapi Kami-lah sumbernya, karena itu Kami yang akan memberi yakni menyiapkan sarana rezeki kepada mereka dan juga kepada kamu. Yang penting kamu masing-masing berusaha untuk memperolehnya Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

Ayat ini ditunjukkan kepada para orangtua yang khawatir takut miskin karena kehadiran anak-anak mereka. Karenanya Allah menurunkan ayat ini untuk menjawab dan untuk menyingkirkan kekhawatiran itu. Alqur'an surat AL-ISRA ayat 31 :

وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

8. Rezeki karena sedekah :     Dalam Islam, sedekah adalah salah satu cara untuk membuka pintu rezeki dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Sedekah adalah tindakan sukarela memberikan sebagian dari harta atau waktu kepada orang lain yang membutuhkan. Allah akan mengganti sedekah itu segera di dunia dan memberikan balasan dan ganjaran di akhirat.

Sedekah dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tetapi dalam Islam, salah satu sedekah terbaik yang dilakukan adalah di hari Jumat. Sedekah dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :

> Membagikan takjil atau makanan sahur untuk sesama yang membutuhkan

> Menyisihkan rezeki untuk menyumbangkan kebutuhan masjid

> Melakukan decluttering di rumah dan menyumbangkan barang-barang layak pakai

Alqur'an surat AL-BAQARAH ayat 245 :

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Semoga bermanfaat.

Share:

Kenaikan kelas cisitu

Assalamualaikum, salam sehat dan semangat selalu semoga selalu terus ikuti perkembangan informasi di blog cisitu.

Pada tanggal 31 Mei, 1 dan 2 Juni 2024 di kampung cisitu diadakan acara kenaikan kelas PAUD, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Diniyah.

Pada Jum'at tanggal 31 Mei 2024 kenaikan kelas dan pelepasan anak-anak PAUD KENANGA dilanjutkan pada malamnya yakni acara MALAM ALUMNI, dimana alumni MI mengadakan acara drama.

Pada Sabtu tanggal 1 Juni 2024 kenaikan kelas, Pembacaan Lesengan, Lomba dan pelepasan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah dilanjutkan pada malamnya yakni acara PENGAJIAN, dengan penceramah Q. ZAMAR MUDA sebagai Penceramah dan ADE ROHMATULLAH S.PD.I sebagai Qori.

Pada Minggu tanggal 2 Juni 2024 acara CARNAVAL dengan 3 Drumband, diantaranya :

1. DRUMBAND HIPCI

2. DRUMBAND YASRODAN

3. DRUMBAND TSO

4. ANGKLUNG

Bagi sahabat yang ingin menonton tayangan pawai, bisa dilihat di acount media sosial FB, diantaranya :

Acount : Cisitu Tempat Lahir klik disini

Group : KAMPUNG CISITU klik disini

Fan Page : Kampung Cisitu klik disini

Semoga bermanfaat.

Share:

Kenaikan kelas di kampung cisitu

 




Penomena kenaikan kelas sudah dimulai kembali, dan di kampung cisitu yakni PAUD KENANGA, MADRASAH IBTIDAIYAH dan MADRASAH DINIYAH SIROJUL HUDA akan melaksanakan kenaikan kelas pada tanggal 31 Mei, 1 dan 2 Juni 2024 ( Jum'at, sabtu dan minggu ).

Share:

Tentang Qurban

1. Waktu kurban

Hadis riwayat Jundab bin Sufyan ra., ia berkata : Aku pernah berhari raya kurban bersama Rasulullah saw. Beliau sejenak sebelum menyelesaikan salat. Dan ketika beliau telah menyelesaikan salat, beliau mengucapkan salam. Tiba-tiba beliau melihat hewan kurban sudah disembelih sebelum beliau menyelesaikan salatnya. Lalu beliau bersabda: Barang siapa telah menyembelih hewan kurbannya sebelum salat (salat Idul Adha), maka hendaklah ia menyembelih hewan lain sebagai gantinya. Dan barang siapa belum menyembelih, hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah. (Shahih Muslim No.3621)

Hadis riwayat Barra' ra., ia berkata : Pamanku, Abu Burdah ra. menyembelih kurban sebelum salat (Idul Adha) lalu Rasulullah saw. bersabda: Itu adalah kambing daging untukmu semata bukan kurban dan tidak ada pahala kurban. Abu Burdah berkata: Ya Rasulullah saw., aku mempunyai kambing kacang yang masih muda (kira-kira berumur dua tahun). Rasulullah saw. bersabda: Sembelihlah itu, tetapi bagi orang selainmu tidak boleh (tidak sah), kemudian beliau melanjutkan: Barang siapa menyembelih kurban sebelum salat, maka ia menyembelih hanya untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa menyembelih sesudah salat, berarti sempurnalah ibadahnya (kurbannya) dan menepati sunah kaum muslimin. (Shahih Muslim No.3624)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra. beliau berkata : Rasulullah saw. bersabda pada hari Raya Kurban: Barang siapa telah menyembelih kurbannya sebelum salat, maka hendaklah ia mengulangi. Seorang lelaki berdiri dan berkata: Ya Rasulullah, ini adalah hari di mana daging dibutuhkan. Lalu ia menuturkan hajat para tetangganya seakan-akan Rasulullah saw. mempercayainya. Orang itu meneruskan: Aku mempunyai kambing muda (jadzaah) yang lebih aku sukai daripada dua ekor kibas. Bolehkah aku menyembelihnya (sebagai kurban). Rasulullah saw. memberinya kemurahan. Kata Anas: Aku tidak tahu apakah kemurahan itu juga sampai kepada orang selain ia atau tidak. Kemudian Rasulullah saw. menghampiri dua ekor kibas, lalu beliau menyembelih keduanya. Orang-orang menuju ke kambing dan membagi-bagikannya (memotong-motongnya). (Shahih Muslim No.3630)

2. Umur hewan kurban

Hadis riwayat Uqbah bin Amir ra.: Bahwa Rasulullah saw. memberinya kambing-kambing untuk dibagikan kepada para sahabat sebagai kurban. Lalu tinggallah seekor anak kambing kacang. Uqbah melaporkannya kepada Rasulullah saw. maka beliau bersabda: Sembelihlah itu olehmu! Perkataan Qutaibah kepada kawannya. (Shahih Muslim No.3633)

3. Sunah berkurban dan menyembelih sendiri, tanpa mewakilkan, serta menyebut nama Allah dan takbir

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata : Nabi saw. berkurban dengan dua ekor kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, seraya menyebut asma Allah dan bertakbir (bismillahi Allahu akbar). Beliau meletakkan kaki beliau di atas belikat kedua kambing itu (ketika hendak menyembelih). (Shahih Muslim No.3635)

4. Boleh menyembelih dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah, kecuali gigi, kuku dan tulang

Hadis riwayat Rafi` bin Khadij ra., ia berkata : Saya berkata kepada Rasulullah saw.: Wahai Rasulullah, kami akan bertemu musuh besok sedangkan kami tidak mempunyai pisau. Rasulullah saw. bersabda: Segerakanlah atau sembelihlah dengan apa saja yang dapat menumpahkan darah dan sebutlah nama Allah, maka engkau boleh memakannya selama alat itu bukan gigi dan kuku. Akan kuberitahukan kepadamu: Adapun gigi maka itu adalah termasuk tulang sedangkan kuku adalah pisau orang Habasyah. Kemudian kami mendapatkan rampasan perang berupa unta dan kambing. Lalu ada seekor unta melarikan diri. Seseorang melepaskan panah ke arah unta itu sehingga unta itupun tertahan. Rasulullah saw. bersabda: Memang unta itu ada juga yang liar seperti binatang-binatang lain karena itu apabila kalian mengalami keadaan demikian, maka kalian dapat bertindak seperti tadi. (Shahih Muslim No.3638)

5. Menerangkan larangan makan daging kurban setelah tiga hari pada permulaan Islam, serta menerangkan penghapusan larangan tersebut dan diperbolehkan hingga sekarang

Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib ra.: Dari Abu Ubaid, ia berkata: Aku pernah salat Idul Adha bersama Ali bin Abu Thalib ra. Beliau memulai dengan salat terlebih dulu sebelum khutbah dan beliau berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang kami makan daging kurban sesudah tiga hari. (Shahih Muslim No.3639)

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Seseorang tidak boleh makan daging kurbannya lebih dari tiga hari. (Shahih Muslim No.3641)

Hadis riwayat Aisyah ra.: Dari Abdullah bin Waqid ra. ia berkata: Rasulullah saw. melarang makan daging kurban sesudah tiga hari. Abdullah bin Abu Bakar berkata: Hal itu aku sampaikan kepada Amrah, lalu dia berkata: Dia benar, aku mendengar Aisyah berkata: Pada zaman Rasulullah beberapa orang wanita badui berjalan perlahan-lahan menuju ke tempat penyembelihan kurban. Dan Rasulullah saw. bersabda: Simpanlah tiga hari, setelah itu sedekahkanlah apa yang masih tersisa. Suatu ketika setelah itu para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang menyimpan daging kurban dan membawa sebagian dari lemaknya. Rasulullah bertanya: Mengapa begitu? Mereka menjawab: Dahulu engkau melarang makan daging kurban setelah tiga hari. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya dahulu aku melarang kamu hanyalah karena orang-orang pendatang yang sedang menuju kemari. Dan sekarang silakan makan atau menyimpan atau bersedekah (dengan daging kurban tersebut). (Shahih Muslim No.3643)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.: Dari Nabi saw. beliau melarang makan daging kurban sesudah tiga hari. Sesudah itu beliau bersabda: Makanlah, berbekal dan simpanlah. (Shahih Muslim No.3644)

Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa di antara kalian menyembelih kurban, maka janganlah ia menyisakan sedikitpun di rumahnya sesudah tiga hari. Pada tahun berikutnya, orang-orang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami harus berbuat seperti tahun lalu? Rasulullah saw. menjawab: Tidak! Tahun itu (tahun lalu) kaum muslimin masih banyak yang kekurangan. Jadi aku ingin daging kurban itu merata pada mereka. (Shahih Muslim No.3648)

6. Fara` dan atirah

Hadis riwayat Abu Hurairah ra. beliau berkata : Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada lagi fara` (anak unta pertama yang disembelih untuk berhala-berhala mereka) dan tidak pula atirah (hewan ternak yang disembelih pada sepuluh hari pertama dari bulan Rajab). Ibnu Rafi` menambahkan dalam riwayatnya: Fara` adalah anak ternak pertama yang disembelih oleh pemiliknya. (Shahih Muslim No.3652)

Semoga bermanfaat.

Share:

Tentang Adab dan kesopanan

Hadits ke-1

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)". Riwayat Muslim. 

Hadits ke-2

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tiak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-3

Nawas Ibnu Sam'an Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang kebaikan dan kejahatan. Beliau bersabda : "Kebaikan ialah akhlak yang baik dan kejahatan ialah sesuatu yang tercetus di dadamu dan engkau tidak suka bila orang lain mengetahuinya." Riwayat Muslim. 

Hadits ke-4

Dari Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Apabila engkau bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menghiraukan yang lain, hingga engkau bergaul dengan manusia, karena yang demikian itu membuatnya susah." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim. 

Hadits ke-5

Dari Imran Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Janganlah seseorang duduk mengusir orang lain dari tempat duduknya, kemudian ia duduk di tempat tersebut, namun berilah kelonggaran dan keluasan." Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-6

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Apabila salah seorang di antara kamu makan makanan, maka janganlah ia membasuh tangannya sebelum ia menjilatinya atau menjilatkannya pada orang lain." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-7

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Hendaklah salam itu diucapkan yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak." Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Muslim: "Dan yang menaiki kendaraan kepada yang berjalan." 

Hadits ke-8

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Cukuplah bagi sekelompok orang berjalan untuk mengucapkan salam salah seorang di antara mereka dan cukuplah bagi sekelompok orang lainnya menjawab salam salah seorang di antara mereka." Riwayat Ahmad dan Baihaqi. 

Hadits ke-9

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Janganlah mendahului orang Yahudi dan Nasrani dengan ucapan salam, bila bertemu dengan mereka di sebuah jalan usahakanlah mereka mendapat jalan yang paling sempit." Riwayat Muslim. 

Hadits ke-10

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Apabila salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah mengucapkan alhamdulillah, dan hendaknya saudaranya mengucapkan untuknya yarhamukallah. Apabila ia mengucapkan kepadanya yarhamukallah, hendaklah ia (orang yang bersin) mengucapkan yahdii kumullah wa yushlihu balaakum (artinya = Mudah-mudahan Allah memberikan petunjuk dan memperbaiki hatimu)." Riwayat Bukhari.

Hadits ke-11

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri." Riwayat Muslim. 

Hadits ke-12

Dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Apabila seseorang di antara kalian memakai sandal, hendaknya ia mendahulukan kaki kanan, dan apabila melepas, hendaknya ia mendahulukan kaki kiri, jadi kaki kananlah yang pertama kali memakai sandal dan terakhir melepaskannya." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-13

dari Ali Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Janganlah seseorang di antara kalian berjalan dengan satu sandal, dan hendaklah ia memakai keduanya atau melepas keduanya." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-14

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Allah tidak akan melihat orang yang menjuntai pakaiannya terseret dengan sombong." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-15

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Apabila seseorang di antara kalian makan hendaknya ia makan dengan tangan kanan dan minum hendaknya ia minum dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." Riwayat Muslim. 

Hadits ke-16

Dari Amar Ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan sikap sombong." Riwayat Ahmad dan Abu Dawud. Hadits mu'allaq menurut Bukhari. 

Hadits ke-17

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Barangsiapa ingin dilapangkan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali kekerabatan." Riwayat Bukhari. 

Hadits ke-18

Dari Jubair Ibnu Muth'im Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-19

Dari al-Mughirah Ibnu Syu'bah bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menahan dan menuntut; dan Dia tidak suka kalian banyak bicara, banyak bertanya, dan menghambur-hamburkan harta." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-20

Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : "Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

Semoga bermanfaat.

Share:

Recent

Popular Posts

Label

Adi Albukhori (9) Cisitu (14) Foto (8) Google (1) informasi (130) islam (45) Kematian (8) Kenaikan Kelas (8) Kesehatan (42) Peta (1) Saham (9) Sejarah (4) Situ Zen (21) TTS asli (10)

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Butuh bantuan kami untuk upload atau menyesuaikan templat blogger ini? Hubungi saya dengan detail tentang kustomisasi tema yang Anda butuhkan.