-
Masjid Jami An-Nuur
Masjid An-nuur masjid kebanggaan warga cisitu
-
Warga cisitu pada zamannya
Fhoto jadul warga kampung cisitu pada masanya.
-
Masjid Annur tampak depan
Masjid Annur diambil dari depan
-
Akses jalan ke Cisitu
Jalan menuju ke kampung Cisitu
-
Jalan Cisitu Utara : Penampakan jalan dari Lemah duhur ke Cisitu dan Cidalem
Jalan menuju kampung Cisitu sudah beraspal
Rahasia dibalik tanggal kadaluarsa
Salah Satu Hikmah Dari Menikah
Seorang pemuda menghabiskan banyak waktunya untuk ibadah, dan sedikit waktu untuk bekerja mencari penghasilan, sekedar memenuhi kebutuhannya yang memang tidak banyak. Ketika orang tua dan kerabatnya bermaksud menikahkannya, ia selalu saja menolak. Ia beranggapan bahwa kesibukannya mengurus istri dan anak-anak hanya akan mengganggu ibadahnya kepada Allah.
Pemuda itu makin disukai banyak orang karena kesalehannya, dan banyak di antaranya yang ingin mengambilnya sebagai menantu. Di jaman itu, ukuran keutamaan seseorang di masyarakat adalah akhlak dan kesalehannya, tidak seperti sekarang ini yang lebih mengacu pada harta dan profesinya. Karena itu, walau pekerjaannya hanya ‘sekedarnya’ yang mungkin tidak bisa mencukupi kebutuhan suatu keluarga, banyak sekali orang yang ingin ‘melamar’ pemuda itu untuk dinikahkan dengan putrinya. Tetapi pemuda tersebut menolak dan tetap teguh dengan pendiriannya, dan makin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya kepada Allah.
Suatu hari ketika bangun dari tidurnya, tiba-tiba saja pemuda itu berkata, “Nikahkanlah aku, nikahkanlah aku!!”
Orang tua dan para kerabatnya yang ada di situ, saling berpandangan penuh keheranan. Salah seorang dari mereka berkata, “Mengapa tiba-tiba engkau minta menikah, padahal selama ini engkau selalu menolaknya walau banyak yang menginginkan dirimu??”
Pemuda itu berkata, “Saya ingin mempunyai anak yang banyak, dan ada di antara mereka yang meninggal ketika masih kecil (belum baligh), dan saya akan bersabar karenanya!!”
Sekali lagi orang tua dan kerabatnya berpandangan tidak mengerti, sepertinya tidak ada hubungannya dengan keinginannya yang tiba-tiba itu. Pemuda itu mengerti kebingungan mereka, dan ia menceritakan kalau baru saja bermimpi, seolah-olah kiamat telah tiba. Ia berdiri di padangMakhsyar dalam keadaan panas dan haus yang tidak terperikan, seolah-olah akan mematahkan lehernya. Tidak ada sesuatu yang bisa diminum untuk menghilangkan rasa haus dan panas itu, dan sepertinya ‘penderitaan’ itu akan berlangsung sangat lama.
Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba ia melihat anak-anak yang berjalan dan bergerak di antara begitu banyak orang dengan membawa gelas-gelas perak yang ditutup dengan saputangan dari cahaya. Mereka itu mencari-cari dan ketika menemukan seseorang, mereka memberikan minuman dalam gelas tersebut. Ketika beberapa anak melewatinya, ia mencoba mengulurkan tangan mengambil gelas itu sambil berkata, “Berikanlah kepadaku karena aku juga sangat haus!!”
Anak-anak itu menghalangi maksudnya, mereka memandanginya beberapa saat, kemudian berkata, “Anda tidak mempunyai anak di antara kami, dan kami hanya memberikan minuman kepada ayah dan ibu kami!!”
Pemuda itu berkata, “Siapakah kalian ini!!”
Mereka menjawab, “Kami adalah anak-anak dari kaum muslimin, dan kami meninggal sewaktu kami masih kecil, dan orang tua kami bersabar dengan musibah dari Allah tersebut!!”
Pemuda itu berkata kepada orang tua dan kerabat yang mengitarinya, “Saat itu aku sangat menyesal dan menangisi nasibku karena tidak mau menikah. Mungkin itu hukumanku karena ‘tidak mengikuti’ sunnah Rasulullah SAW. Tetapi tiba-tiba aku terbangun dan semua peristiwa itu ternyata hanya dalam mimpi, walau sepertinya sangat jelas dan terasa nyata. Karena itulah aku tiba-tiba berteriak minta segera dinikahkan!!”
Mudah-mudahan bermanfaat.
Api dunia dan api neraka
Ketika Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, beliau tidak lagi memperoleh makanan secara mudah seperti di surga. Beliau harus bekerja keras untuk memperoleh buah-buahan atau daging untuk dimakan.
Ketika beliau memperoleh binatang buruan dan menyembelihnya, ternyata tidak bisa langsung dimakan begitu saja karena masih mentah dan tentunya tidak enak. Karena itu beliau berdoa kepada Allah agar diturunkan api untuk memasak.
Maka Allah SWT mengutus Malaikat Jibril meminta sedikit api kepada Malaikat Malik di neraka, untuk keperluan Nabi Adam tersebut. Malik berkata, “Wahai Jibril, berapa banyak engkau menginginkan api??”
Jibril berkata, “Aku menginginkan api neraka itu seukuran buah kurma!!”
Malik berkata, “Jika aku memberikan api neraka itu seukuran buah kurma, maka tujuh langit dan seluruh bumi akan hancur meleleh karena panasnya!!”
Jibril berkata, “Kalau begitu berikan saja kepadaku separuh buah kurma saja!!”
Malik berkata lagi, “Jika aku memberikan seperti apa yang engkau inginkan, maka langit tidak akan menurunkan air hujan setetespun, dan semua air di bumi akan mengering sehingga tidak ada satupun tumbuhan yang hidup!!”
Malaikat Jibril jadi kebingungan, sebanyak apa api neraka yang ‘aman’ untuk kehidupan di bumi?? Karena itu ia berdoa, “Ya Allah, sebanyak apa api neraka yang harus aku ambil untuk kebutuhan Adam di bumi??”
Allah berfirman, “Ambilkan api dari neraka sebesar zarrah (satuan terkecil, atom)!!”
Maka Jibril meminta api neraka kepada Malik sebesar zarrah dan membawanya ke bumi. Tetapi setibanya di bumi, Jibril merasakan api yang sebesar zarrah itu masih terlalu panas, maka beliau mencelupkan (membasuhnya) sebanyak tujuhpuluh kali ke dalam tujuhpuluh sungai yang berbeda. Baru setelah itu beliau membawanya kepada Nabi Adam, dan meletakkannya di atas gunung yang tinggi.
Tetapi begitu api tersebut diletakkan, gunung tersebut hancur berantakan. Tanah, batuan, besi dan semua saja yang ada di sekitar api itu menjadi bara yang sangat panas, dan mengeluarkan asap. Bahkan api yang sebesar zarrah itu terus masuk menembus bumi, dan hal itu membuat Jibril khawatir. Karena itu ia segera mengambil api tersebut dan membawanya kembali ke neraka. Bara terbakar yang ditinggalkan itulah yang sampai sekarang ini menjadi sumber api dunia, termasuk yang menjadi magma-magma di semua gunung berapi di bumi ini.
Tidak bisa dibayangkan bagaimana panasnya api neraka tersebut. Kalau bara api dunia itu umumnya berwarna merah, maka bara api neraka itu berwarna hitam kelam, seperti hitamnya gelap malam. Nabi SAW pernah menanyakan tentang keadaan api neraka itu, maka Malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah SWT menciptakan neraka, lalu menyalakan api neraka itu selama seribu tahun sehingga (baranya) berwarna merah. Kemudian (Allah) menyalakannya (menambah panasnya) selama seribu tahun lagi sehingga (baranya) berwarna putih, dan (Dia) menyalakannya (menambah panasnya) selama seribu tahun lagi sehingga (baranya) berwarna hitam. Maka neraka itu hitam kelam seperti hitamnya malam yang sangat gelap pekat, tidak pernah tenang kobaran apinya dan tidak pernah padam (berkurang) bara apinya!!”
Semoga bermanfaat.
Kitab Ilmu
Bab Ke-1 :
Keutamaan Ilmu. Firman Allah, :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ
اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ
آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا
تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Hai
orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam
majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan
apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan
meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi
ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (Al-Mujaadilah : 11), dan,
فَتَعَالَى اللَّهُ
الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ
وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Maka Maha
Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca
Al Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya
Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." ('Thaahaa : 114).
(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari tidak membawakan satu hadits pun.")
Bab Ke-2 :
Seseorang yang ditanya mengenai ilmu pengetahuan, sedangkan ia masih sibuk berbicara. Kemudian ia menyelesaikan pembicaraannya, lalu menjawab orang yang bertanya.
Abu Hurairah r.a. berkata, "Ketika Rasulullah saw. di suatu majelis sedang berbicara dengan suatu kaum, datanglah seorang kampung dan berkata, 'Kapankah kiamat itu?' Rasulullah terus berbicara, lalu sebagian kaum berkata, 'Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun beliau benci apa yang dikatakannya itu.' Dan sebagian dari mereka berkata, 'Beliau tidak mendengarnya.
'Sehingga, ketika beliau selesai berbicara, maka beliau bersabda, 'Di manakah gerangan orang yang bertanya tentang kiamat?' Ia berkata, 'Inilah saya, wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka nantikanlah kiamat.' Ia berkata, 'Bagaimana menyia-nyiakannya?' Beliau bersabda, 'Apabila perkara (urusan) diserahkan (pada satu riwayat disebutkan dengan: disandarkan 7/188) kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat.
Bab Ke-3 :
Orang yang Mengeraskan Suaranya mengenai Ilmu Pengetahuan
Abdullah bin Amr r.a. berkata, "Nabi saw. tertinggal (dari kami 4/91) dalam suatu perjalanan yang kami tempuh lalu beliau menyusul kami, dan kami telah terdesak oleh shalat (pada satu riwayat disebutkan: shalat ashar). Kami berwudhu, dan ketika kami sampai membasuh kaki, lalu beliau menyeru dengan suara yang keras, 'Celakalah bagi tumit-tumit karena api neraka!' (Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali).
Bab Ke-4 :
Perkataan perawi hadits dengan haddatsanaa 'telah berbicara kepada kami ... ' atau akhbaranaa 'telah memberitahukan kepada kami ... ' atau anba-anaa 'telah menginformasikan kepada kami ... '.
Al-Humaidi berkata, "Menurut Ibnu Uyainah, perkataan haddatsanaa, akhbaranaa, anba-anaa, dan sami'tuu adalah sama (saja).
Ibnu Mas'ud berkata, 'Telah berbicara kepada kami Rasulullah saw., sedang beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan.
Syaqiq berkata, "Dari Abdullah, ia berkata, 'Saya mendengarkan Nabi saw. suatu perkataan ...
Hudzaifah berkata, "Rasulullah saw. telah berbicara kepada kami dengan dua hadits.
Abul Aliyah berkata, "Dari Ibnu Abbas dari Nabi saw mengenai apa yang beliau riwayatkan (adalah) dari Tuhannya Azza wa Jalla.
Anas berkata, "Dari Nabi saw., beliau meriwayatkannya dari Tuhanmu Azza wa Jalla.
Abu Hurairah r.a. berkata, "Dari Nabi saw., beliau mcriwayatkannya dari Tuhannya Azza wa Jalla.
(Saya berkata, "Dalam hal ini dia [Imam Bukhari] meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Umar yang akan disebutkan pada [65 -At-Tafsir / 14 Surah / 2 - BAB]).
Bab Ke-5 :
Imam Melontarkan Pertanyaan kepada Para Sahabatnya untuk Menguji Pengetahuan Mereka
(Saya berkata, "Mengenai hal ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya hadits Ibnu Umar yang diisyaratkan di atas.")
Bab Ke-6: Keterangan tentang Ilmu dan Firman Allah, "Katakanlah, Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu. " (Thaahaa: 114) (llihat bab ke 1)
(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari tidak menyebutkan sebuah hadits pun.")
Bab Ke-7 : Membacakan dan Mengkonfirmasikan kepada Orang yang Menyampaikan Berita
Al-Hasan, Sufyan, dan Malik berpendapat boleh membacakan.
Dari Sufyan ats-Tsauri dan Malik, disebutkan bahwa mereka berpendapat boleh membacakan dan mendengarkan.
Sufyan berkata, "Apabila dibacakan kepada orang yang menyampaikan suatu berita, maka tidak mengapa dia berkata, 'Ceritakanlah kepadaku', dan "Saya dengar'. Sebagian mereka memperbolehkan membacakan kepada orang alim dengan alasan hadits Dhimam bin Tsa'labah yang berkata kepada Nabi saw., "Apakah Allah memerintahkanmu melakukan shalat?" Beliau menjawab, "Ya." Sufyan berkata, "Maka, ini adalah pembacaan kepada Nabi saw.. Dhimam memberitahukan hal itu kepada kaumnya, lalu mereka menerimanya."
Malik berargumentasi dengan dokumen yang dibacakan kepada suatu kaum, lalu mereka berkata, "Si Fulan telah bersaksi kepada kami", dan hal itu dibacakan kepada mereka. Dibacakan kepada orang yang menyuruh membaca, lalu orang yang membaca berkata, "Si Fulan menyuruhku membaca."
Al-Hasan berkata, 'Tidak mengapa membacakan kepada orang alim."
Sufyan berkata, "Apabila dibacakan (dikonfirmasikan) kepada ahli hadits (perawi, orang yang menyampaikan hadits / berita), maka tidak mengapa dia berkata, 'Ceritakanlah kepadaku.'"
Malik dan Sufyan berkata, "Membacakan (mengkonfirmasikan) kepada orang yang alim dan bacaan orang alim itu sama saja."
Anas bin Malik r.a. berkata, "Ketika kami duduk dengan Nabi saw di masjid, masuklah seorang laki-laki yang mengendarai unta, lalu mendekamkan untanya di dalam masjid, dan mengikatnya. Kemudian ia berkata, 'Manakah di antara kalian yang bernama Muhammad?' Nabi saw. bertelekan di antara mereka, lalu kami katakan, 'Laki-laki putih yang bertelekan ini.' Laki-laki itu bertanya, 'Putra Abdul Muthalib?' Nabi bersabda kepadanya, 'Saya telah menjawabmu.
' Ia berkata, 'Sesungguhnya saya bertanya kepadamu, berat atasmu namun janganlah diambil hati olehmu terhadap saya.' Beliau bersabda, 'Tanyakan apa-apa yang timbul dalam dirimu.' Ia berkata, 'Saya bertanya kepadamu tentang Tuhanmu, dan Tuhan orang-orang yang sebelummu. Apakah Allah mengutusmu kepada seluruh manusia?' Nabi bersabda, 'Ya Allah, benar.' Ia berkata, 'Saya menyumpahmu dengan nama Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk shalat lima waktu dalam sehari semalam?' Beliau bersabda, 'Ya Allah, benar.' Ia berkata, 'Saya menyumpahmu dengan nama Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk puasa bulan ini (Ramadhan) dalam satu tahun?' Beliau bersabda, 'Ya Allah, benar.' Ia berkata, 'Saya menyumpahmu dengan nama Allah, apakah Allah menyuruhmu untuk mengambil zakat ini dari orang-orang kaya kita, lalu kamu bagikan kepada orang-orang fakir kita?' Beliau bersabda, 'Ya Allah, benar.' Lalu laki-laki itu berkata, 'Saya percaya pada apa yang kamu bawa dan saya adalah utusan dari orang yang di belakang saya dari kalangan kaum saya. Saya Dhimam bin Tsa'labah, saudara bani Sa'ad bin Bakr.'"
12 Minuman Sehat yang Baik untuk Tubuh
Ingin hidup sehat? Cara mewujudkannya adalah tentu saja dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satu kunci dari pola hidup sehat adalah berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Jika makanan sehat adalah yang nutrisinya seimbang, bagaimana jenis minuman sehat yang sebaiknya kita konsumsi?
Minuman Sehat yang Baik untuk Dikonsumsi
Tubuh yang sehat tentunya berasal dari asupan makanan dan minuman yang sehat. Jadi, jangan anggap sepele apa yang kita minum karena akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh kita.
Mulai hari ini, biasakan hidup sehat dengan daftar minuman sehat di bawah ini, yuk!
1. Jus buah
Minuman sehat yang pertama adalah jus buah. Ya, buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral memang tidak perlu diragukan lagi manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Konsumsi jus buah merupakan cara yang praktis untuk menikmati buah-buahan.
2. Jus sayur
Selain jus buah, jus sayur juga termasuk ke dalam daftar minuman sehat. Jika ingin rasanya lebih lezat, perpaduan jus buah dan sayur juga sangat patut untuk dicoba. Jangan menambahkan gula sebagai pemanis ke dalam jus,
karena pada dasarnya rasa manis sudah berasal dari buah-buahan. Jika menginginkan rasa yang lebih manis, cobalah untuk menambahkan madu sebagai pemanis tambahan.
3. Smoothies
Smoothies tidak berbeda jauh dengan jus karena bahan dasarnya juga merupakan sayuran dan buah-buahan. Bedanya adalah smoothies menggunakan buah yang teksturnya kental ketika dihancurkan dan mendapatkan tambahan yogurt atau susu kental manis. Jus maupun smoothies sama-sama baik untuk kesehatan, bedanya adalah kandungan vitamin lebih banyak pada jus karena buah dan sayuran yang digunakan untuk mendapatkan segelas jus lebih banyak dari smoothies.
Sedangkan pada smoothies, jumlah serat lebih unggul karena buah dan sayur yang sudah diblender tidak perlu disaring sebelum diminum.
4. Susu rendah lemak
Susu adalah minuman sehat yang dibutuhkan oleh tubuh. Minuman satu ini merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Ada banyak sekali jenis susu, jenis susu cair rendah lemak adalah yang paling direkomendasikan jika menginginkan susu yang sehat.
5. Teh jahe
Jahe memang tidak hanya berperan sebagai bumbu dapur, tapi juga dikenal dengan obat herbal. Jahe yang kaya antioksidan ini sering digunakan untuk meredakan sakit perut dan juga gejala flu. Rasa hangat biasanya akan timbul sesaat setelah minum teh jahe. Konsumsi teh jahe secara rutin dapat meningkatkan ketahanan tubuh seseorang.
6. Air lemon atau jeruk
Lemon dan jeruk memilki kandungan vitamin C yang sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh. Selain sebagai sumber vitamin alami, minuman ini juga dapat menyegarkan. Jika ingin mengonsumsinya di pagi hari, sebaiknya pilihlah air lemon atau jeruk hangat. Namun karena sifatnya asam, air lemon atau jeruk tidak disarankan diminun dalam kondisi perut kosong oleh pemilik gangguan pencernaan seperti maag.
7. Infused water
Infused water adalah air mineral yang dicampurkan dengan berbagai potongan buah, sayur, dan rempah dan disimpan di dalam lemari pendingin selama 1-12 jam. Minuman sehat satu ini dipercaya baik untuk sistem pencernaan, detoksifikasi, dan juga membantu menurunkan berat badan. Buah yang paling umum dijadikan sebagai infused water adalah seperti lemon, timun, strawberry, dan masih banyak lagi.
8. Yogurt
Yogurt adalah salah satu hasil fermentasi dari susu. Sebagai produk fermentasi, yogurt memiliki kandungan probiotik yang sangat baik untuk pencernaan. Selain itu, kebaikan dari susu juga tentunya masih tersimpan dalam yogurt.
Minuman sehat satu ini dapat bekerja lebih baik ketika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, lho!
9. Air kelapa
Air kelapa mengandung beberapa vitamin dan mineral yang juga merupakan elektrolit. Selain mengandung beberapa nutrisi yang dibutuhkan tubuh, air kelapa juga dapat membantu melancarkan saluran pencernaan. Konsumsi air kelapa sebaiknya sesaat setelah dikeluarkan dari kelapa, karena air kelapa tidak dapat disimpan terlalu lama, di dalam lemari es sekalipun.
10. Teh hijau
Teh hijau dikenal sebagai jenis teh yang memiliki kandungan antioksidan paling tinggi. Tidak heran jika teh hijau masuk ke dalam daftar minuman sehat yang baik untuk dikonsumsi setiap hari. Teh hijau yang paling baik tentunya adalah teh yang diseduh tanpa tambahan gula dan bukan teh hijau yang sudah diolah menjadi berbagai minuman manis.
11. Cokelat Panas
Cokelat panas adalah minuman yang paling cocok untuk memulai hari atau untuk sekedar menemani bersantai di waktu senggang. Cokelat yang mangandung banyak antioksidan tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tapi juga mampu untuk membangkitkan mood dan menciptakan rasa nyaman serta bahagia setelah mengonsumsinya.
12. Air putih
Jika berbicara tentang minuman sehat, tentunya air putih atau air mineral tidak boleh dilewatkan. Apapun yang kita minum, kebutuhan air putih yang cukup tetap harus dipenuhi. Kabutuhan rata-ratanya adalah 8 gelas per hari, tapi bisa lebih banyak bergantung pada aktivitas fisik yang kita jalani.
Sumber doktersehat






















